AT&T Berikan Klarifikasi Sedang Menyelidiki Kebocoran Data Pengguna di Dark Web yang Berdampak Pada 73 Juta Pengguna AKtif

Analis PT. First State Futures Published 2024-04-02

Perusahaan telekomunikasi AT&T (NYSE: T) mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka sedang menyelidiki kumpulan data yang dirilis di "dark web" sekitar dua minggu lalu. Analisis awal menunjukkan bahwa insiden tersebut telah memengaruhi sekitar 7,6 juta pemegang rekening saat ini dan 65,4 juta mantan pemegang rekening.

AT&T menyatakan bahwa kumpulan data tersebut tampaknya berasal dari tahun 2019 atau bahkan lebih awal. Namun, mereka tidak memiliki bukti adanya akses tidak sah ke dalam sistem mereka sebagai akibat dari insiden tersebut. Belum diketahui apakah data tersebut berasal langsung dari AT&T atau dari salah satu vendor mereka.

Meskipun insiden tersebut tidak signifikan terhadap operasional perusahaan, AT&T sedang menyelidiki sumber data yang bocor. Mereka telah menghubungi semua pihak yang terkena dampak dan mereset kode sandi untuk 7,6 juta pelanggan saat ini. Selain itu, perusahaan juga menawarkan pemantauan kredit kepada mereka yang terpengaruh.

Jaringan 5G dari operator nirkabel ini mencakup sekitar 290 juta orang di seluruh Amerika Serikat. Pada bulan Februari, AT&T juga mengalami pemadaman listrik yang mengganggu panggilan dan pesan teks untuk ribuan pengguna di AS, yang kemudian memicu penyelidikan federal.




Sumber : reuters.com


Informasi Lainnya