Dollar Terseok di Market Asia Pasca FOMC semalam

Analis PT. First State Futures Published 2022-11-24


Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya di awal perdagangan Asia pada Kamis pagi, karena investor yang menyambut prospek laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat dari Federal Reserve, bertaruh pada aset-aset berisiko.

Risalah yang ditunggu-tunggu dari pertemuan Fed 1-2 November menunjukkan para pejabat sebagian besar puas bahwa mereka sekarang dapat bergerak dalam langkah-langkah yang lebih kecil.

"Saya pikir sekarang hampir pasti bahwa kita akan melihat FOMC memperlambat laju pengetatan mulai Desember," kata Carol Kong, ahli strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia (CBA).

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,066 persen pada 105,830, setelah meluncur 1,0 persen semalam.

Bulan ini, The Fed menaikkan suku bunga utamanya sebesar tiga perempat poin persentase untuk keempat kalinya berturut-turut dalam upaya untuk menjinakkan inflasi yang sangat tinggi.

Tetapi data harga konsumen AS yang sedikit lebih dingin dari perkiraan telah memicu harapan akan laju kenaikan yang lebih moderat. Harapan itu telah membuat indeks dolar merosot 5,1 persen pada November, menempatkannya di jalur kinerja bulanan terburuk dalam 12 tahun.

Ahli strategi Citi mengatakan masih ada ketidakpastian besar tentang seberapa tinggi suku bunga akan naik, meskipun ada konsensus bahwa suku bunga akan naik lebih lambat.

Risalah tersebut juga menunjukkan perdebatan yang muncul di dalam Fed mengenai risiko bahwa pengetatan kebijakan yang cepat dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan. Pada saat yang sama, para pembuat kebijakan mengakui hanya ada sedikit kemajuan yang dapat dibuktikan pada inflasi dan bahwa suku bunga masih perlu dinaikkan.

Data pada Rabu (23/11/2022) menunjukkan aktivitas bisnis AS mengalami kontraksi selama lima bulan berturut-turut pada November, dengan data pesanan baru turun ke level terendah dalam 2,5 tahun karena suku bunga yang lebih tinggi memperlambat permintaan.

Namun, Kong dari CBA memperingatkan bahwa pasar terlalu optimis tentang kemungkinan segera berakhirnya siklus pengetatan dan mencatat masih ada dukungan besar untuk dolar AS karena kebijakan nol-COVID China.

Meningkatnya kasus virus korona telah menyebabkan kota-kota China memberlakukan lebih banyak pembatasan, meningkatkan kekhawatiran investor tentang ekonomi dan membatasi selera risiko.

Dolar Australia naik 0,25 persen versus greenback pada 0,675 dolar AS, sedangkan kiwi diperdagangkan 0,26 persen lebih tinggi pada 0,625 dolar AS.

Euro naik 0,23 persen pada 1,0419 dolar, sementara sterling terakhir diperdagangkan pada 1,2083 dolar, naik 0,26 persen. Pound naik 1,4 persen semalam setelah data awal aktivitas ekonomi Inggris mengalahkan ekspektasi, meskipun masih menunjukkan bahwa kontraksi sedang berlangsung.

Yen Jepang menguat 0,54 persen terhadap greenback menjadi 138,84 per dolar.

Pasar AS akan ditutup pada Kamis waktu setempat untuk libur hari Thanksgiving dan likuiditas kemungkinan akan lebih tipis dari biasanya.




Sumber : antaranews.com

Informasi Lainnya

Layanan Streaming Disney+ Dengan Iklan Resmi diluncurkan

Analis PT. First State Futures 2022-12-09

Versi layanan Disney+ yang didukung iklan diluncurkan Kamis, menarik pengiklan besar dari berbagai sektor, menghasilkan pendapatan yang baru karena Walt Disney (NYSE: DIS ) Co berusaha untuk mendorong bisnis streamingnya… Selengkapnya

Amazon Akan Rilis Fitur Pengalaman Belanja Seperti Tiktok

Analis PT. First State Futures 2022-12-09

Amazon.com Inc (NASDAQ: AMZN ) mengatakan pada hari Kamis akan meluncurkan feed mirip TikTok di aplikasi e-commerce miliknya, dan berharap dapat menarik pembeli baru melalui streaming foto dan video dari… Selengkapnya

Harga Minyak Dunia Makin Murah

Analis PT. First State Futures 2022-12-09

Harga minyak dunia jatuh ke level lebih rendah dari masa sebelum perang Rusia-Ukraina pada Kamis (8/12) waktu AS. Pelemahan harga minyak mentah terjadi karena pasar khawatir bahwa perlambatan ekonomi dapat… Selengkapnya

Volatilitas Harga Emas Cenderung Stabil Jelang Data Inflasi AS Ditingkat Produsen

Analis PT. First State Futures 2022-12-09

Harga emas bergerak stabil pada hari Jumat jelang pengumuman data inflasi utama AS hari ini.Harga emas berpotensi rebound, namun masih mencatatkan performa mingguan yang negatif setelah sebelumnya faktor kekhawatiran resesi… Selengkapnya

Dow Jones Positif Ditopang Sektor Teknologi

Analis PT. First State Futures 2022-12-09

Dow menguat pada penutupan Kamis dan sektor teknologi rebound dengan mengabaikan naiknya imbal hasil Treasury. Investor kini menunggu rilis data ekonomi pada hari Jumat yang diperkirakan akan menunjukkan pelonggaran lebih… Selengkapnya

Harga CPO Masih Kesulitan Untuk Bangkit

Analis PT. First State Futures 2022-12-09

Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) naik tipis di sesi awal perdagangan Jumat (9/12/2022), setelah sempat terkoreksi selama dua hari beruntun pekan ini.Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal… Selengkapnya

Peringatan! terhadap segala bentuk sesuatu yang mengatas namakan PT. First State Futures !. Kami tidak pernah menjanjikan fix income (keuntungan pasti) dalam bentuk apapun serta tidak memiliki layanan titip dana atau sejenisnya, selengkapnya